PESAN “NINA” DARI BELANDA UNTUK PARA ORANG TUA DI INDONESIA LEWAT LAGU NINA BOBO

PESAN “NINA” DARI BELANDA

UNTUK PARA ORANG TUA DI INDONESIA LEWAT LAGU NINA BOBO

 

“Nina Bobo Oh Nina Bobo

Kalau tidak bobo digigit nyamuk”

          Siapa yang tak kenal dengan lagu itu? Pasti semua orang tahu dengan lagu tersebut. Ini karena mereka pasti pernah mendengarkan lagu tersebut ketika masih kecil, sebagai lagu pengantar tidur yang dinyanyikan oleh ibu atau ayahnya. Inilah yang menjadikan lagu “Nina Bobo” sangat dikenal oleh seluruh orang di Indonesia, khususnya.

          Namun tahukah anda, bahwa ada sebuah cerita duka dan sedikit menyeramkan dibalik terciptanya lagu ini?

         Lagu “Nina Bobo” pertamakali dipopulerkan oleh Anneke Gronloh dan Wieteke van Dort, yang berkebangsaan Belanda. Ya. Lagu ini konon sudah ada sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia. Inspirasi lagu ini datang dari cerita sebuah keluarga yang memiliki anak perempuan yang diberinama Helelina Mustika van Rodjnik. Kata “Nina” dalam lagu ini sendiri diambil dari bahasa Portugis yaitu menina, yang artinya adalah gadis.

Helelina lahir pada tahun 1871. Ayahnya adalah seorang Belanda bernama Van Rodjnik yang kemudian menikahi perempuan Jawa bernama Mustika. Sejak kecil, Helelina sering mengalami susah tidur. Dia selalu menangis dan rewel ketika akan tidur. Ibunya menyiasatinya dengan cara menyanyikan senandung-senandung kecil agar Helelina bisa tertidur pulas. Namun lama-kelamaan, Helelina terbiasa dengan senandung-senandung ibunya. Sehingga dia tidak akan tidur jika ibunya tidak menyanyikan senandung-senandung itu. Oleh karena itu, Van Rodjnik meminta Mustika untuk membuat lirik dari senandung-senandung tersebut. Lirik inilah yang sekarang kita tahu sebagai lagu “Nina Bobo”.

          Pada sekitar tahun 1875, Helelina menderita sakit parah. Hingga akhirnya pada tahun 1878 atau ketika dia menginjak usia 6 tahun, Helelina meninggal akibat sakit yang dideritanya. Ibu dan ayahnya sangat terpukul dengan kepergian anak tercintanya itu. Bahkan setelah kepergian Helelina, Mustika masih sering menyanyikan senandung-senandung yang biasa ia nyanyikan sebelum Helelina tidur. Konon ketika Mustika menyanyikan lagu atau senandung-senandung itu, Van Rodjnik pun mendengar suara tangisan Helelina. Sehingga Van Rodjnik pun ikut menyanyikan lagu atau senandung itu bersama Mustika.

          Beberapa waktu kemudian, Mustika pun meninggal dan menyusul anaknya yang lebih dulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Setelah kepergian Helelina dan Mustika, Van Ridjnik hidup sendirian. Dia mengaku sering mendengar suara tangisan anak kecil pada malam hari. Namun dia menghiraukannya. Hingga pada suatu malam, dia mendapati tangan seorang anak kecil yang membangunkannya sambil menangis, meminta dinyanyikan lagu “Nina Bobo” yang biasa dinyanyikan kepada anaknya. Dari situ lah setiap malam, sebelum tidur, Van Rodjnik selalu menyanyikan senandung atau lagu tersebut.

          Sejak saat itu, lagu “Nina Bobo” mulai dikenal banyak orang hingga saat ini. Bahkan dari cerita dibalik terciptanya lagu ini, timbul pula mitos yang menyebutkan bahwa ketika seorang anak kecil yang sebelum tidurnya dinyanyikan lagu “Nina Bobo” oleh ibunya maka dia akan tertidur pulas. Karena ketika si anak itu tertidur dan ditinggal oleh orang tuanya di kamar, maka Helelina akan menjaga anak itu agar tertidur pulas hingga esok paginya.

          Dari cerita dan mitos ini, kita dapat memetik kebenaran dan kebaikan. Anak kecil memang terlihat polos dan lugu seperti tidak mengerti apa-apa. Namun ketahuilah, mereka memiliki banyak cara untuk membuat orang tuanya selalu memperhatikan dan selalu ada di sisinya. Terkadang anak kecil itu menangis tanpa henti pada malam hari. Itu bukan karena dia sedang diganggu oleh “makhluk halus”, tapi itu merupakan cara dia agar orang tuanya selalu menemaninya dan tidak meninggalkannya sendirian hingga dia tertidur pulas dalam kenyamanannya bersama kedua orangtuanya. Adapun cerita tentang Helelina, bisa saja cerita ini diciptakan oleh seseorang yang bermaksud untuk menyampaikan pesan kepada para orang tua agar senantiasa menyayangi dan melindungi anaknya.

[YG]

Referensi:

http://www.kompasiana.com/denmas.octa/jangan-pernah-lagi-menyanyi-nina-bobo_5520e5ad8133112f7419fcdd

https://id.wikipedia.org/wiki/Nina_Bobo